Home » Internet Marketing » Facebook Marketing » Tips Split Testing Untuk Iklan facebook ads

Tips Split Testing Untuk Iklan facebook ads

Jan
20
2017
by : mdianapriyanto . Posted in : Facebook Marketing

interest-iklan-facebook

berikut ini langkah-langkah sederhananya :

1/ Buat 1 Campaign Objective PPE

Pertama-tama, buat 1 jenis campaign objective page post engagement. Ini mudah kan, anda tinggal klik saja.

2/ Buat 1 adset yang terdiri dari 1 jenis audience saja.

Apa maksud dari 1 jenis audience? Anda tetapkan audience awalan, misal :

  • Indonesia,
  • Wanita,
  • 25-44 tahun
  • Interest A, B, C
  • Device mobile
  • Optimasi engagement

Pastikan jumlah audience Anda LUAS. Maksudnya luas adalah, paling tidak diatas 900,000 untuk market lokal, atau 2,000,000 untuk market USA. Saya rekomendasikan sekitar 1,5-2 juta untuk market Indonesia. Note: Pastikan Anda menggunakan pixel untuk melakukan ini, karena dampaknya sangat berbeda kalau tidak menggunakan pixel.

3/ Setelah Anda confident dengan market yang akan dibidik, tetapkan 5-10 produk yang akan ditawarkan kepada audience  tersebut. Disinilah split testing itu Anda lakukan.

Buat masing-masing post untuk setiap produk itu sesuai dengan kaidah (gambar yang jelas, kontak jelas, dsb).

Setelah itu, buat ads yang sama untuk masing-masing produk itu di dalam 1 adset. Jadi hasil akhirnya nanti Anda akan memiliki : 1 Campaign > 1 Adset > 10 Ads.

4/ Iklankan selama 3 hari. Budget yang bisa Anda keluarkan untuk split testing ini berkisar minimal 100rb per hari.

Pada tahap ini, Anda akan mendapatkan sekitar 60 ribu reach yang akan terbagi ke dalam 10 ads/creatives tersebut. Saring mana yang terbaik dari 10 tersebut, tentunya berdasarkan konversi penjualan. Jika belum bisa menghasilkan keputusan yang confident, Anda bisa teruskan sampai 1 minggu (untuk market lokal).

5/ Untuk market USA, split testing bisa dilakukan di level campaign objective Website Conversion dimana ini lebih dahsyat efeknya

PENJELASAN

Kita melakukan split testing di level creatives. Kenapa? Karena hanya di level inilah kita bisa memastikan bahwa audience kita tidak bertabrakan. Jika Anda melakukan split testing di level adset untuk seluruh produk, maka besar kemungkinan iklan Anda akan “berinterferensi” satu dengan yang lain; atau dengan kata lain iklan Anda ada kemungkinan bertabrakan antara satu dengan yang lain.

Selain itu, jika Anda split testing di level adset, maka budget yang Anda plotting sudah pasti akan dihabiskan oleh FB. Saya lebih memilih meletakkan budget 1 juta di level adset yang membawahi 10 ads creative, daripada Rp 100.000 untuk 10 adset yang masing-masing membawahi 1 ads. Pilihan yang kedua jelas sama sekali tidak ada landasan logisnya.

Saya sudah membuktikan berkali-kali bahwa split testing di level ads creatives jauh lebih efektif. FB akan mencarikan kita mana produk yang paling diterima oleh pasar, dan setiap hari akan selalu dirotasi oleh FB dan dipastikan bahwa produk itu tidak jenuh. Jika jenuh, maka FB akan mengoptimasi pada produk yang berikutnya, dan seterusnya.

Ini adalah salah satu rahasia, kenapa saya bisa memasang iklan sehari lalu liburan 2 minggu tanpa melihat iklan-iklan itu lagi. Karena kalau barang saya jelek, otomatis tidak akan dipasarkan oleh FB, dan otomatis tidak akan ter-spent iklannya. Yang dipasarkan, tentu yang happening saat itu.

Bisakah hari ini creative A yang naik, lalu seminggu kemudian malahan creative B yang naik? Sangat bisa! Itulah kenapa saya pasang banyak creative. Ingat dalam ecommerce, creative = barang = produk = barang dagangan. Semakin banyak creative, semakin banyak potensi kita untuk mencapai omset yang stabil.

sumber : www.scaleup.club

Arsip

KonsultanOnline.com
Jalan pemuda 3 No.5 Rawamangun Jakarta Timur
Phone 081310799994
Copyright © 2012