Home » Islam » Pemimpin (Qiyadah) Sejati

Pemimpin (Qiyadah) Sejati

Mar
17
2008
by : mdianapriyanto . Posted in : Islam

Melihat fenomena qiyadah da’wah yang banyak disoroti sekarang ini, yang sangat borjuis dan hidup bermewah – mewahan dengan dalih posisi tawar, kiranya artikel dibawah ini sangat cocok sekali untuk para pemimpin kita.

saya ambil dari blog saudara yadi syahid di http://yadisyahid.web.id/?p=95

dengan judul

Umar Abdul Aziz Zaman Kini

iran_president_3.jpgSaya menemukan artikel ini dari milis, dan sangat tersentuh hati ini ketika membaca dan melihat sosok presiden yang membuat negara Amerika dan sekutunya was-was dengan kebijakan program nuklir Iran. Tapi terlepas dari itu semua sebagai sesama muslim saya menghormati dan mengagumi sosok yang satu ini, karena ketika dibaca artikel dibawah ini maka akan mengingatkan kembali kepada sosok pejuang dakwah islam yaitu Rasulullah SAW, Shahabat Umar Bin Khattab serta Umar Abdul Aziz yang terkenal kezuhudannya. Mari kita simak artikel berikut yang telah diterjemahkan kedalam bahasa indonesia dari wawancara TV Fox Amerika ? Kebenaran akan tetap menghancurkan kebathilan..

Tuhan mencintai siapa yang merendah dalam kehidupan pribadinya!

TV Fox (AS) menanyakan pada Presiden Iran Ahmedi Najad; “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”

Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran.”

Berikut adalah bagaimana penyiar menggambarkan dirinya.

Ahmedi Nejad, adalah presiden Iran yang membuat orang ternganga, karena pada saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Iran Istana yang sangat tinggi nilai maupun harganya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimiliki seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan.

Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.

Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?

Lihat foto2 berikut yang menegaskan penjelasan di atas.

 

iran_president_2.jpg
iran_president_4.jpg
iran_president_5.jpg sang presiden sedang tidur dikamar istana iran_president_7.jpg

Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipulikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka

Dan foto terakhir memperlihatkan ruang makan dimana presiden sedang menikmati makanannya, sekali lagi dg pertanyaan yang sama “Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?”

Pemimpin yang BAIK seperti nya jangan lah usah banyak BICARA tapi hanya cukup memberi CONTOH & TELADAN”

Arsip

KonsultanOnline.com
Jalan pemuda 3 No.5 Rawamangun Jakarta Timur
Phone 081310799994
Copyright © 2012