Magnet rezeki – kemuliaan dan kebahagiaan orang lain

Pertanyaan, :
“di mana Allah titip rezeki manusia?”

Jawabannya :
Allah titip rezeki manusia pada “kemuliaan dan kebahagiaan orang lain”

Dengan memahami definisi ini, maka kita akan fokus membahagiakan dan memuliakan orang lain.

Facebook melakukan itu, dia membahagiakan 1 milyar penggunanya, maka pantas jika dia dikasi rezeki sama Allah. Karena ilmu yg benar yg dia terapkan.

Begitu juga whatsapp, google, ibm, Microsoft, semuanya membahagiakan orang lain. Semakin banyak yg dibahagiakan semakin banyak rezeki yang mengalir.

Pabrik makanan, artis, aktor, fashion, dan semua bisnis yg ada di dunia juga menjalankan ilmu yg sama, secara sadar atau tidak sadar.

Sayangnya, banyak yg hanya membahagiakan tapi tidak memuliakan, maka rezeki mereka terbatas. Uang mungkin punya, tapi rezeki lain, Allah batasi.

Ok… Skrg bgm dgn kita? Ya sederhana. Bahagiakanlah orang lain yang kita temui. Semua orang. Tanpa pamrih. Apalagi saat momen Lebaran seperti ini, buaaanyak sekali org yg bisa kita bahagiakan. Bahagiakan di tempat A, tapi rezekinya bisa jadi bukan di A, bisa jadi di B. Krn tidak penting “di mana nya”,… Yg penting kita bahagiakan dan muliakan orang lain di manapun berada. Puji mereka, sebut nama mereka dengan mulia, tertarik dengan urusan mereka, maafkan kesalahan mereka, jabat erat tangan mereka, tanamkan niat membantu mereka dari hati yg tulus.

Maka manusia yang cerdas adalah yang memuliakan dan membahagiakan orang lain. Setiap orang yg ditemuinya dia muliakan walaupun hanya tukang parkir, tukang ojek bahkan ahli maksiat sekalipun dimuliakan dgn doa agar mereka segera bertaubat.

Dia bahagiakan orang yang bertemu di manapun. Berikan solusi atas kehidupan orang lain. Dan dijagaaa betul, agar org lain tidak ada yg merugi atas keberadaannya. Tidak tersinggung karena lisan kita yg tajam. Tidak marah karena maunya kita menang dalam debat. Tidak merasa ga enak krn hadirnya kita malah merusak suasana.

Tapi, ada lho org yg tdk cerdas, sudah tahu rezekinya di kebahagiaan orang lain, eh malah bikin tersinggung, eh malah doakan yg ga baik, eh malah benci ama org lain, eh malah dengki sama rezeki org lain, eh malah suka marah-marah sama orang lain, eh koq maafan idul fitri, besoknya musuhan lagi… Ini malah menghancurkan rezekinya. Bener2 menghancurkan. Seperti ikan yang mengebom terumbu karang nya sendiri. Aneh kan?

Contoh :

– Melihat bencong (gay) di pinggir jalan, apa yg kita lakukan? Bukannya mendoakan agar taubat (memuliakan), malah bilang “ih jijik” “ih dia neraka” walaupun hanya dalam fikiran kita, tapi kita sedang menghancurkan rezeki kita sendiri…

Mesti hati2 dalam menunjukkan rasa benci. Krn bisa jadi rasa itu kembali kepada diri kita sendiri. Yg akhirnya menghancurkan rezeki kita.

– Jokowi kita benci, ya rezeki habis sudah

– Ahok kita benci, ya rezeki habis sudah, cukup kita tidak suka dgn prilakunya. Terhadap orgnya kita tetap muncul rasa kasih sayang sbg manusia.

– Kalau kepada semua orang saja kita bisa muncul rasa ingin “memuliakan dan membahagiakannya” bagaimana dgn ibu kita? Dgn ayah kita? Dgn istri kita? Dgn suami kita? Dgn anak kita? Dgn saudara kita? Dgn handai taulan kita? Dgn siapapun yg Anda temui hari ini? Maka sikap Anda adalah kecintaan yg setinggi2 nya pada mereka.

Oke… Siap menjadi magnet rezeki yang dahysaaaat?????

MULIAKANLAH DAN BAHAGIAKANLAH ORANG LAIN… siapapun, dimanapun, kapanpun. Dalam senyum Anda, dalam fikiran positif Anda, dalam perasaan cinta Anda dan dalam spiritual doa Anda yang tulus dan ikhlas…

Selamat Meraih Kemenangan Syawwal…

Sahabat positifmu,
Nasrullah

Top
%d blogger menyukai ini: