Magnet Rezeki – Dakwah rezeki

DAKWAH REZEKI

“Pak nas kenapa pilih rezeki sebagai metode dakwah?”

Gini, saya selalu penasaran dengan satu surat yang menjadi inspirasi ayah saya berikan nama untuk saya. Yaitu surat An-Nashr.

1. Apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan
2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong

Saya selalu penasaran dengan pemilihan kata “berbondong-bondong”. Ibarat nonton konser musik yg skrg hingar bingar, maka penontonnya datang dengan berbondong-bondong. Begitukah?

Kalau urusan agama… Kayaknya sepi deh. Adzan memanggil, masjid malah kosong. Tak ada yang berbondong-bondong masuk masjid. Majlis2 ilmu juga kosong. Setidaknya itu yang saya lihat di Indonesia.

Utk hal agama ini, berbondong2 yang saya lihat adalah saat pembagian zakat. Nah itu baru terlihat manusia datang berbondong2 untuk agama Allah. Urusan uang, barulah terjadi keajaiban kerumunan itu.

Lalu, saya coba kaji sejarah. Ada satu peristiwa di mana umat Islam datang berbondong2 ikut perang. Bayangkan, ikut perang, resiko mati, koq berbondong-bondong. Namanya perang hunain.

Di sanalah dakwah nabi terbagi 2.

Golongan Pertama, orang yang baru masuk Islam. Motifnya harta rampasan perang dan ini jumlahnya banyak sekali, sekitar 9700 orang. Mereka punya keyakinan bahwa dgn perang bersama Nabi saw yang punya track record selalu menang, maka mereka bisa dapatkan harta. Apalagi musuh hanya 3000.

Di babak pertama, saat Nabi terdesak, golongan pertama ini berbalik kabur. Iman mereka belum kuat. Perang akhirnya diselesaikan oleh golongan kedua.

Golongan Kedua, orang yang sudah kuat imannya. Mereka ikut perang krn motivasi akhirat. Keridhaan Allah dan syurga-Nya. Imannya sudah kuat dan memeluk Islam sejak lama. Jumlahnya sedikit, hanya sekitar 300 orang. Tapi jumlah yang sedikit inilah yang menentukan kemenangan perang tersebut. Saat golongan pertama kabur, golongan kedua yang berjuang mati-matian.

Namun saat pembagian harta rampasan perang atau ghanimah (peraturan zaman dulu mmg sprt itu, yg menang ambil seluruh harta), terjadi kedahsyatan metode dakwah nabi.

Golongan pertama dapat seluruh harta ghanimah. Seluruhnya. Sementara golongan kedua tidak dapat apapun. Hanya gigit jari. Tidak adilkah Nabi saw? Padahal yang berjuang adalah golongan kedua. Inilah rahasianya surat an-nashr itu menurut saya.

Terhadap golongan pertama, Nabi saw berikan harta dunia untuk melembutkan hati mereka. Maka terjadilah keajaiban kerumunan itu, manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong. Islam menyelamatkan dunia mereka bahkan memuliakannya.

Adapun terhadap golongan kedua, Nabi saw mengumpulkan mereka dan menegaskan tentang pahala akhirat yang mereka kejar.

Keduanya dapat rezeki. Golongan pertama dapat rizqul ashgor, berupa harta dunia. Golongan kedua dapat rizqul akbar, berupa akhirat, merekalah golongan yg Allah serukan di ayat ketiga : “maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepadanya, sesungguhnya Dia Maha Menerima taubat”

*****

Atas pemahaman itu, maka muncullah dakwah rezeki yang ingin saya perjuangkan. Saya ingin mengajak manusia untuk dapatkan rezeki berlimpah dari Allah. Rezeki di dunia maupun rezeki di akhirat.

Dakwah ini saya beri judul “Magnet Rezeki”, mengajak manusia mendapatkan rezeki berlimpah dari Allah.

Sahabat positifmu,
Nasrullah

https://youtu.be/MwJU3z_uD8E

Ini audio motivasi saya di buku “percepatan rezeki” mas ippho santosa. Sangat relevan untuk jadi fondasi ilmu magnet rezeki.

Dengerin deh…