7 Alat Dasar Untuk Melakukan Improvement Kualitas (Quality Improvement)

“The Old Seven.”

“The First Seven.”

“The Basic Seven.”

Quality pros have many names for these seven basic tools of quality, first emphasized by Kaoru Ishikawa, a professor of engineering at Tokyo University and the father of “quality circles.”

Start your quality journey by mastering these tools, and you’ll have a name for them too: “indispensable.”

  1. Cause-and-effect diagram (also called Ishikawa or fishbone chart): Identifies many possible causes for an effect or problem and sorts ideas into useful categories.
  2. Check sheet: A structured, prepared form for collecting and analyzing data; a generic tool that can be adapted for a wide variety of purposes.
  3. Control charts: Graphs used to study how a process changes over time.
  4. Histogram: The most commonly used graph for showing frequency distributions, or how often each different value in a set of data occurs.
  5. Pareto chart: Shows on a bar graph which factors are more significant.
  6. Scatter diagram: Graphs pairs of numerical data, one variable on each axis, to look for a relationship.
  7. Stratification: A technique that separates data gathered from a variety of sources so that patterns can be seen (some lists replace “stratification” with “flowchart” or “run chart”).

Excerpted from Nancy R. Tague’s The Quality Toolbox, Second Edition, ASQ Quality Press, 2005, page 15.

Templates:

These templates will help you get started using the seven basic quality tools. Just download the spreadsheets and begin entering your own data.

1. Check Sheet

Check sheet (lembar pemeriksaan) adalah lembar yang dirancang sederhana berisi daftar hal-hal yang perlukan untuk tujuan perekaman data sehingga pengguna dapat mengumpulkan data dengan mudah, sistematis, dan teratur pada saat data itu muncul  di lokasi kejadian. Data dalam check sheet baik berbentuk data kuantitatif maupun kualitatif dapat dianalisis secara cepat (langsung) atau menjadi masukan data untuk peralatan kualitas lain, misal untuk masukan data Pareto chart.

Gambar di bawah ini menunjukkan contoh check sheet yang digunakan untuk mengumpulkan data cacat per jam.

7-qc-tools-check-sheet

Gambar 1. Contoh Check Sheet

 

2. Scatter Diagram

Scatter diagram (diagram pencar) adalah grafik yang menampilkan sepasang data numerik pada sistem koordinat Cartesian, dengan satu variabel pada masing-masing sumbu, untuk melihat hubungan dari kedua variabel tersebut. Jika kedua variabel tersebut berkorelasi, titik-titik koordinat akan jatuh di sepanjang garis atau kurva. Semakin baik korelasi, semakin ketat titik-titik tersebut mendekati garis.

Gambar di bawah ini menunjukkan contoh scatter diagram yang digunakan untuk melihat sejauh mana temperatur mempengaruhi defect. Tampak bahwa ada korelasi antara temperatur dan defect, di mana semakin tinggi temperatur semakin rendah jumlah defect, ini mungkin karena proses warm-up  mesin yang kurang.

7-qc-tools-scatter-diagram

Gambar 2. Contoh Scatter Diagram

Lebih jauh mengenai derajat korelasi dan jenis-jenis korelasi dalam scatter diagram, silahkan lihat tulisan David Straker yang berjudul Scatter Diagram: How to understand it.

3. Fishbone Diagram

Fishbone diagram (diagram tulang ikan) sering disebut juga diagram Ishikawa atau cause–and–effect diagram (diagram sebab-akibat). Fishbone diagramadalah alat untuk mengidentifikasi berbagai sebab potensial dari satu efek atau  masalah, dan menganalisis masalah tersebut melalui sesi brainstorming. Masalah akan dipecah menjadi sejumlah kategori yang berkaitan, mencakup manusia, material, mesin, prosedur, kebijakan, dan sebagainya. Setiap kategori mempunyai sebab-sebab yang perlu diuraikan melalui sesi brainstorming.

Gambar di bawah ini menunjukkan contoh bentuk fishbone diagramdengan manpowermachinerymaterial, dan methods sebagai kategori. Kategori ini hanya contoh, anda bisa menggunakan kategori lain yang dapat membantu mengatur gagasan-gagasan. Sebaiknya tidak ada lebih dari 6 kategori.

7-qc-tools-fishbone-diagram

Gambar 3. Contoh Fishbone Diagram

 

4. Pareto Chart

Pareto chart (bagan pareto) adalah bagan yang berisikan diagram batang (bars graph) dan diagram garis (line graph); diagram batang memperlihatkan klasifikasi dan nilai data, sedangkan diagram garis mewakili total data kumulatif. Klasifikasi data diurutkan dari kiri ke kanan menurut urutan ranking tertinggi hingga terendah. Ranking tertinggi merupakan masalah prioritas atau masalah yang terpenting untuk segera diselesaikan, sedangkan ranking terendah merupakan masalah yang tidak harus segera diselesaikan.

Prinsip pareto chart  sesuai dengan hukum Pareto yang menyatakan bahwa sebuah grup selalu memiliki persentase terkecil (20%) yang bernilai atau memiliki dampak terbesar (80%). Pareto chart mengidentifikasi 20% penyebab masalah vital untuk mewujudkan 80% improvement secara keseluruhan. Gambar di bawah ini menunjukkan contoh pareto chart.

7-qc-tools-pareto-chart

Gambar 4. Contoh Pareto Chart

 

5. Flow Charts

“Draw a flowchart for whatever you do.  Until you do, you do not know what you are doing,
you just have a job” — Dr. W. Edwards Deming.

Flow charts (bagan arus) adalah alat bantu untuk memvisualisasikan proses suatu penyelesaian tugas secara tahap-demi-tahap untuk tujuan analisis, diskusi, komunikasi, serta dapat membantu kita untuk menemukan wilayah-wilayah perbaikan dalam proses.

Gambar di bawah ini menunjukkan contoh flow chart.

7-qc-tools-flow-charts

Gambar 5. Contoh Flow Charts

6. Histogram

Histogram adalah alat seperti diagram batang (bars graph) yang digunakan untuk menunjukkan distribusi frekuensi. Sebuah distribusi frekuensi menunjukkan seberapa sering setiap nilai yang berbeda dalam satu set data terjadi. Data dalam histogram dibagi-bagi ke dalam kelas-kelas, nilai pengamatan dari tiap kelas ditunjukkan pada sumbu X.

Teori mengatakan bahwa distribusi yang normal, yaitu yang  kebanyakan datanya mendekati nilai rata-rata akan ditunjukan oleh histrogram yang berbentuk lonceng, seperti contoh gambar di bawah ini. Tapi jika histogram serong ke kiri atau ke kanan berarti kebanyakan data berkumpul dekat batas toleransi suatu pengukuran sehingga ada kemungkinan data tidak normal (ada masalah ketika pengukuran, atau bahkan ada masalah dalam proses). Untuk memastikan data normal atau tidak sebaiknya menggunakan metode uji kenormalan data, seperti Kolmogorov-Smirnov test atau Anderson-Darling normality test.

7-qc-tools-histogram

Gambar 6. Contoh Histogram

 

7. Control Chart

Control chart atau peta kendali adalah peta yang digunakan untuk mempelajari bagaimana proses perubahan dari waktu ke waktu. Data di-plotdalam urutan waktu. Control chart selalu terdiri dari tiga garis horisontal, yaitu:

  • Garis pusat (center line), garis yang menunjukkan nilai tengah (mean) atau nilai rata-rata dari karakteristik kualitas yang di-plot-kan pada peta kendali.
  • Upper control limit (UCL), garis di atas garis pusat yang menunjukkan batas kendali atas.
  • Lower control limit (LCL), garis di bawah garis pusat yang menunjukkan batas kendali bawah.

Garis-garis tersebut ditentukan dari data historis, terkadang besarnya UCL dan LCL ditentukan oleh confidence interval dari kurva normal. Dengan control chart,  kita dapat menarik kesimpulan tentang apakah variasi proses konsisten (dalam batas kendali) atau tidak dapat diprediksi (di luar batas kendali karena dipengaruhi oleh special cause of variation, yaitu variasi yang terjadi karena faktor dari luar sistem).

Gambar di bawah ini menunjukkan contoh control chart.

 

7-qc-tools-spc

Gambar 7. Contoh Control Charts

Top
%d blogger menyukai ini: